Dalam perjalanan hidup, tidak semua hal berjalan sesuai dengan harapan. Ada saat-saat ketika seseorang mengalami ketidakadilan, kekecewaan, penolakan, atau perlakuan yang melukai hati. Pengalaman-pengalaman tersebut sering kali menimbulkan pertanyaan, kemarahan, bahkan pemberontakan batin. Mengapa hal ini terjadi? Mengapa usaha yang sudah dilakukan tidak menghasilkan sesuatu yang baik? Mengapa orang yang berbuat tidak adil justru terlihat baik-baik saja?
Sebagai manusia, perasaan kecewa dan marah adalah sesuatu yang wajar. Namun, tidak semua luka harus dibalas dengan luka yang lain. Tidak semua ketidakadilan harus dijawab dengan balas dendam. Pada titik tertentu, seseorang perlu menyadari bahwa ada banyak hal yang berada di luar kendali dirinya. Ketika segala upaya telah dilakukan dan keadaan tetap tidak berubah, menyerahkan semuanya kepada Penyelenggaraan Ilahi menjadi sebuah pilihan yang membebaskan.
Menyerahkan bukan berarti menyerah. Menyerahkan berarti percaya bahwa ada kebijaksanaan yang lebih besar daripada pemahaman manusia. Ada rencana yang mungkin belum dapat dilihat saat ini, tetapi akan menjadi jelas pada waktunya. Kepercayaan ini membantu seseorang melepaskan beban untuk terus-menerus menghakimi, menyalahkan, atau menghitung setiap ketidakadilan yang dialaminya.
Sikap percaya kepada Penyelenggaraan Ilahi juga mengajak seseorang untuk tidak menyimpan kebencian terhadap orang lain. Kebencian sering kali tidak melukai orang yang dibenci, tetapi justru menguras energi dan kedamaian orang yang menyimpannya. Ketika seseorang memilih untuk melepaskan dendam, ia tidak sedang membenarkan kesalahan yang terjadi. Ia hanya memutuskan bahwa masa depannya terlalu berharga untuk terus diikat oleh luka masa lalu.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang memenangkan setiap pertarungan atau membuktikan bahwa kita benar di hadapan semua orang. Hidup adalah tentang menjalani setiap pengalaman dengan hati yang tetap terbuka, belajar dari setiap kesulitan, dan percaya bahwa Tuhan bekerja bahkan melalui peristiwa-peristiwa yang tidak kita pahami.
Mungkin keadilan tidak selalu datang pada waktu yang diinginkan. Mungkin jawaban atas banyak pertanyaan tidak segera ditemukan. Namun, iman mengajarkan bahwa tidak ada air mata, perjuangan, atau pengorbanan yang sia-sia. Ketika seseorang menyerahkan seluruh permasalahan, kekecewaan, dan pemberontakan hatinya kepada Tuhan, ia sedang memilih jalan damai. Jalan yang tidak dibangun di atas dendam, melainkan di atas kepercayaan bahwa Penyelenggaraan Ilahi akan membawa segala sesuatu menuju kebaikan pada waktunya. _Emilsfs_
![]() |
| Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar